MAKALAH
“Struktur
Beton Sebagai Salah Satu Bahan Konstruksi di Teknik Sipil”
Dosen
Pengampu : Ir. Zainuddin,ST,MT
Oleh :
Nama : Zhailatur Risqiyah
Nim :
14.22201.1.167
Fakultas :
Teknik Sipil
Semester :
IV-A
UNIVERSITAS BOJONEGORO
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah ini tentang“Struktur Beton Sebagai
Salah Satu Bahan Konstruksi di Teknik Sipil”
ini
dengan baik meskipun masih banyak kekurangandidalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai bahan bahan struktur beton.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Bojonegoro, 15,april 2016
Penulis
Zhailatur
Risqiyah
i
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Beton
B. Jenis – Jenis Beton Dalam Konstruksi
C. Sifat
– Sifat Beton
D. Bahan
Penyusun Beton
E. Keuntungan
dan Kerugian Bahan Struktur Beton
F. Kelebihan
dan Kekurangan Bahan Struktur Beton
G. Pengertian
Under Reinforced, Balanced Reinforced Dan Over Reinforced
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Beton merupakan salah satu
bahan bangunan yang masih sangat banyak dipakai dalam pembangunan fisik.
Harganya yang relatif murah dan kemudahan dalam pelaksanaannya membuat beton
semakin tak tergantikan dalam dunia konstruksi. Namun selain keuntungan yang dimilikinya
beton juga memiliki beberapa kekurangan seperti tegangan tarik yang rendah,
daktibilitas rendah, dan keseragaman mutu yang bervariatif. Karena kekurangan
yang dimiliknya maka diperluakan pengetahuan yang cukup luas,antara lain
mengenai sifat bahan dasarnya, cara pembuatannya, cara evaluasi, dan variasi
bahan tambahnya agar dapat meningkatkan fungsi beton itu sendiri menjadi lebih
maksimal.
Dalam pembuatannya,
keseragaman kualitas beton sangat dipengaruhi oleh keseragaman bahan dasar dan
metode pelaksanaan. Pada prakteknya dilapangan, umumnya beton yang disuplai
oleh perusahaan pembuatan beton (ready mix) telah terjamin keseragaman
bahan dasarnya. Untuk mendapatkan kualitas dan keseragaman beton sesuai seperti
yang disyaratkan maka pelaksanakan pembuatan beton harus dilakukan dengan baik
dan sesuai dengan prosedur. Yang dimaksud dengan kualitas beton seperti yang
disyaratkan disini adalah kuat tekan beton pada umur ke-28 hari. Oleh karena
sebab-sebab diatas maka diperlukan adanya kontrol kualitas yang dapat
mengetahui kemungkinan terjadinya output yang tidak sesuai dengan yang
disyaratkan sedini mungkin.
B.
TUJUAN
Tujuan saya membuat makalah ini
adalah :
1. Agar mahasiswa dapat memahami
tentang Beton sebagai bahan struktur
2.
Agar mahasiswa dapat mengetahui sifat-sifat, Untung rugi bahan struktur beton
dan jenis-jenis Beton.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui bahan
bahan yang terdapat pada beton
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Beton adalah campuran
antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan
campuran tambahan yang membentuk massa padat. Dalam pengertian umum beton
berarti campuran bahan bangunan berupa pasir dan kerikil atau koral kemudian
diikat semen bercampur air. Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat dan
air, maupun perbandingan pencampurannya. Untuk mendapatkan beton optimum pada
penggunaan yang khas, perlu dipilih bahan yang sesuai dan dicampur secara
tepat.
B.
JENIS-JENIS BETON DALAM KONSTRUKSI
Betondibedakandalam 2(dua) kelompokbesaryaitu :
Ø BetonKeras
Sifat-sifat beton keras yang penting
adalah kakuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan dan regangan, susut dan
rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap air . Dari
semuasifattersebut yang
terpentingadalahkekuatantekanbetonkarenamerupakangambarandarimutubeton yang
adakaitannyadenganstrukturtbeton.Berbagai test
ujikekuatandilakukanpadabetonkerasiniantaralain :
a. Ujikekuatantekan
( compression test)
b. Ujikekuatantarikbelah
( spillting tensile test )
c. Ujikekuatanlentur
d. Ujilekatanantarabetondantulangan
e. Uji Modulus
Elastisitasdanlainsebagainya.
Ø Beton Segar
Sifat-sifatbetonsegarhanyapentingsejauhmanamempengaruhipemilihanperalatan
yang dibutuhkanuntukpengerjaandanpemadatansertakemungkinanmempengaruhisifat-sifatbetonpadasaatmengeras.
Ada 2(dua) hal yang harusdipenuhiketikamembuatbeton :
Sifat-sifat yang
harusdipenuhidalamjangkawaktu lama olehbeton yang mengeras, sepertikekuatan,
keawetan, dankestabilan volume.
Sifat-sifat yang
harusdipenuhidalamjangkawaktupendekketikabetondalamkondisiplastis (workability)
ataukemudahanpengerjaantanpaadanyableedingdansegregation.
Sifatworkabilitaspadabetonsegardapatdilakukandenganbeberapacara,
tetapikebanyakandaripengetesantersebuthanya bersifatempiris. Hanyasedikit
yang memenuhistandart, dansemua test tersebutbersifat ‘a single point test’
jaditidakdapatdibandingkansatusamalainnyakarenamerekamengukursifat-sifatbeton
yang berbeda.
Walaupunbegituadalahpentinguntukmendapatkanbeberapadarisifatworkabilitaskarenapentinguntuk
control kualitas. Pengukuranworkabilitas yang telahdikembangkanantaralain:
a. Slump test
b. Compaction
test
c. Flow test
d. Remoulding
test
e. Penetration
test
f. Mixer test
C.
SIFAT-SIFAT
BETON
Sifatdankarakteristikbeton
1. Karakteristik beton
adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik
yang rendah
2. Betontidakdapatdipergunakanpadaelemenkonstruksi
yang memikulmomenlengkungatautarikan
3. Betonsangatlemahdalammenerimagayatarik,
sehinggaakanterjadiretak yang makin – lama makinbesar.
4. Proses
kimiapengikatan semen dengan air menghasilkanpanasdandikenaldengan proses
hidrasi.
5. Air berfungsi juga sebagai pelumas
untuk mengurangi gesekan antar butiran sehingga beton dapat
dipadatkan dengan mudah.
6. Kelebihan air dari jumlah yang
dibutuhkan akan menyebabkan butiran semen berjarak semakin jauh sehingga
kekuatan beton akan berkurang.
7. Dengan perkiraan komposisi (mix desain)
dibuat rekayasa untuk memeriksa dan mengetahui perbandingan campuran agar
dihasilkan kekuatan beton yang tinggi.
8. Selama proses pengerasan campuran beton,
kelembaban beton harus dipertahankan untuk mendapatkan hasil yang direncanakan.
9. Setelah 28 hari, beton akan
mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar
yang bekerja padanya
10. Untukmenjagakeretakan
yang lebihlanjutpadasuatupenampangbalok, makadipasangtulanganbajapadadaerah
yang tertarik
11. Padabetonbertulangmemanfaatkansifatbeton
yang kuatdalammenerimagayatekansertatulanganbaja yang kuatmenerimagayatarik.
12. Dari segi biaya, beton menawarkan
kemampuan tinggi dan harga yang relative rendah.
13. Beton hampir tidak memerlukan
perawatan dan masa konstruksinya mencapai 50 tahun serta elemen konstruksinya
yang mempunyai kekakuan tinggi serta aman terhadap bahaya kebakaran .
14. Salah satu kekurangan yang besar
adalah berat sendiri konstruksi
Dengan massa jenis γc sekitar 2400
kg/m3 bahan
ini memiliki berat jenis 23,54 kN/m3 ( 1000g kg setara dengan 1 kN, di mana
gravitasi dalam cm/dt2), mengakibatkan bangunan beton sangat berat
15. Kelemahan lainnya adalah perubahan
volume sebagai fungsi waktu berupa susut dan rangkak.
D.
BAHAN PENYUSUN BETON
1. Semen.
Semen adalah bahan organik yang mengeras pada
percampuran dengan air atau larutan garam. Jenis-jenis semen menurut BPS adalah
:
a. semen abu atau semen portland adalah
bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk dari bahan utama batu
kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam tanur yang bersuhu dan
bertekanan tinggi. Semen ini biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester.
Semen ini berdasarkan prosentase kandungan penyusunannya terdiri dari 5 (lima)
tipe, yaitu tipe I sd. V.
b. semen putih (gray cement) adalah
semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk pekerjaan
penyelesaian (finishing), seperti sebagai filler atau pengisi. Semen jenis ini
dibuat dari bahan utama kalsit (calcite) limestone murni.
c. oil well cement atau semen sumur
minyak adalah semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi
atau gas alam, baik di darat maupun di lepas pantai.
d. mixed & fly ash cement adalah campuran
semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash). Pozzolan buatan (fly ash) merupakan
hasil sampingan dari pembakaran batubara yang mengandung amorphous silika,
aluminium oksida, besi oksida dan oksida lainnya dalam berbagai variasi jumlah.
Semen ini digunakan sebagai campuran untuk membuat beton, sehingga menjadi
lebih keras.
Semen yang biasa digunakan pada teknik
sipil adalah semen portland.
Semen portland adalah bahan pengikat
hidrolis berupa bubuk halus yang dihasilkan dengan cara menghaluskan clinker
(bahan ini terutama terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat
hidrolis) dengan batu gips sebagai tambahan.
2. Agregat
Agregat adalah butiran mineral yang
berfungsi sebagai bahan pengisi dalam
campuran mortar (aduk) dan beton.
Agregat diperoleh dari sumber daya alam yang telah mengalami pengecilan ukuran
secara alamiah melalui proses pelapukan dan aberasi yang berlangsung lama. Atau
agregat dapat juga diperoleh dengan memecah batuan
induk yang lebih besar.
Agregat
halus untuk beton adalah agregat berupa pasir alam sebagai hasil disintegrasi
alami dari batu-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat
pemecah batu dan mempunyai ukuran butir 5 mm. Agregat kasar untuk beton adalah
agregat berupa kerikil kecil sebagai hasil disintegrasi alami dari batu-batuan
atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu, memiliki ukuran
butir antara 5-40 mm. Besar butir maksimum yang diizinkan tergantung pada
maksud pemakaian.
Pada
teknologi beton, agregat terdiri dari banyak klasifikasi, yaitu;
Agregat
alam Pada umumnya agregat alam menggunakan bahan baku alam atau hasil
penghancurannya. Jenis batu alam yang baik untuk agregat adalah batuan beku.
Jenis batu endapan atau metamorph juga dapat dipakai meskipun kualitasnya masih
perlu dipilih. Batuan yang abaik untuk agregat adalah butiran-butiran yang
keras kompak, tidak pipih , kekal (volume tidak mudah berubah karena perubahan
cuaca), serta tidak terpengaruh keadaan sekelilingnya.
a. kerikil dan pasir alam agregat jenis
ini merupakan hasil penghancuran oleh alam dari batuan induknya. Seringkali
agregat ini terdapat jauh dari asalnya karena terbawa arus air atau angin, dan
mengendap di suatu tempat. Pada umumnya pasir dan kerikil yang terbawa arus air
berbentuk bulat, sehingga dianggap baik untuk agregat aduk atau beton. Umumnya
pula jenis agregat ini bentuknya berubah-ubah dan tidak homogen sehingga dalam
penggunaannya untuk beton diperlukan perhatian khusus. Karena perubahan susunan
butir agregat sangat berpengaruh terhadap sifat beton yang dibuat agregat
tersebut.
b. Agregat batu pecah,Jenis batu yang
baik untuka agregat ini adalah batuan beku yang kompak. Di dalam pemakaiannya,
batu pecah membutuhkan air lebih banyak karena luas bidang permukaannya relatif
lebih luas. Dengan demikian untuk mendapatkan kelecakan aduk tertentu dan
faktor air semen sama, beton dengan agregat batu pecah akan menggunakan semen
sedikit lebih banyak daripada beton dengan menggunakan pasir atau kerikil alam.
kekuatan beton dengan batu pecah biasanya juga lebih tinggi , karena daya lekat
perekat pada permukaan batu pecah lebih baik daripada butiran yang halu
3. Air dan Bahan Campuran
Beton
menjadi keras karena reaksi antara semen dan air. Oleh karena itu, air yang
dipakai untuk mencampur kadang-kadang mengubah sifat semen. Air yang digunakan
adalah air yang bersih, tidak mengandung minyak, lumpur dan bahan-bahan kimia
yang dapat merusak kekuatan beton. Untuk itu diperlukan pemeriksaan terlebih
dahulu apakah air itu cocok untuk dipakai sebagai campuran beton atau tidak.
Cara berikut ini dipergunakan untuk pemeriksaan tersebut: Waktu set semen dan
kekuatan tekan diukur untuk mortar yang dicampur dengan air bersih dan yang
dicampur air yang diuji, hasil pengukurannya dibandingkan. Sedangkan air laut
hanya dapat dipakai untuk beton yang tidak mempergunakan baja tulangan karena
mengandung garam yang dapat menyebabkan baja berkarat.
Bahan
campuran ditambahkan dengan maksud agar dapat memperbaiki sifat beton yang
lemah dan mengeras. Bahan campuran dibagi menjadi dua kelompok: yang pertama
ialah bahwa volume yang ditambahkan harus diperhitungkan pada pengadukan beton
dan yang ditambahkan tidak perlu diperhitungkan. Yang pertama disebut bahan
campuran dan yang kedua disebut zat campuran.
Ada
beberapa macam bahan campuran. Contoh khas adalah bahan yang memiliki sifat
hidrolik tersembunyi seperti pozolan, abu terbang, slag tanur tinggi, dan
berbagai bahan penambah. Ada beberapa jenis zat campuran yang digolongkan
menurut fungsinya yaitu zat pembawa dan zat untuk pendispersi (zat penghilang
air). Zat pembawa dipakai untuk memperbaiki kemampuan pengerjaan dengan
mencampur sejumlah optimum udara ke dalam beton. Termasuk ke dalam golongan ini
adalah resin vinol. Zat untuk pendispersi dipergunakan untuk mencegah tersetnya
partikel dalam semen. Jika zat ini dibubuhkan dalam beton, kecairan beton akan
bertambah. Garam kondensat tinggi dari asam sulfonat melamin dan sebagainya temasuk
golongan zat pendispersi.
E.
Keuntungan
dan Kerugian Menggunakan Bahan struktur Beton
Betonsebagai material
konstruksimemilikikeuntungandankerugiandibandingkan material-material yang lain
diantaranyaadalah :
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
|
·
Mudahdicetaksehinggabentukbervariasi
·
Awetdantahan lama
·
Tahanapi
·
Ekonomis
·
Dapatdicor di tempat
|
·
Tegangantarikrendah
·
Duktilitasrendah
·
Beratsendirisangatbesar
·
Volume tidakstabil
|
F.
Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Bahan
Struktur beton
Beton adalah hasil pencampuran semen
portland, air, dan agregat (terkadang bahan tambah, yang sangat bervariasi
mulai dari bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non kimia) pada
perbandingan tertentu.
Kelebihan
dari beton adalah:
- Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal, kecuali semen Portland.
- Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran, sehingga biaya perawatan termasuk rendah
- Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi lingkungan.
- Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu.
- Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan .
Kekurangan
dari beton adalah:
- Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan, atau tulangan kasa.
- Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang panjang/lebar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton.
- Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.
- Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air yang membawa kandungan garam dapat merusakkan beton.
- Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan didetail secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa.
G.
PENGERTIAN
UNDER REINFORCED, BALANCED REINFORCED DAN OVER REINFORCED
a. Tulangan Lemah ( Underreinforced ).
Pada kasus ini tulangan mencapai tegangan lelehnya (f y)
terlebih dahulu, setelah itu baru beton mencapai regangan batasnya (c ), dan selanjutnya struktur runtuh. Pada kasus ini terlihat ada tanda-tanda
berupa defleksi yang besar sebelum terjadi keruntuhan.
b.
Tulangan Kuat ( Overreinforced ).
Keruntuhan type ini terjadi akibat tulan-gan terlalu banyak, sehingga beton
yang tertekan hancur terlebih dahulu (beton 4 mencapai
kekuatan batasnya terlebih dahulu). Keruntuhan ini terjadi secara tiba-tiba
( brittle failure )
c.
Balanced Reinforced .
Pada type keruntuhan ini, saat terjadi keruntuhan (beton
mencapai regangan batasnya, c ), tulangan
juga pas mencapai tegangan lelehnya (f y). Keruntuhan ini juga terjadi secara tiba-tiba.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat
kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa
padat. Bahan penyusun beton tersebut pun memiliki banyak banyak klasifikasi
yang berdasarkan kegunaan, bentuk, dan ukuran yang mana telah diuraikan pada
bagian pembahasan.
Beton sebagai bahan bangunan juga telah lama dikenal di Indonesia. Disamping mempunyai kelebihan dalam mendukung tegangan tekan, beton mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan, dapat digunakan pada berbagai struktur teknik sipil serta mudah di rawat. Dalam pembuatan beton pun dapat dimanfaatkan bahan-bahan lokal oleh sebab itu beton sangat populer dipakai.
Beton sebagai bahan bangunan juga telah lama dikenal di Indonesia. Disamping mempunyai kelebihan dalam mendukung tegangan tekan, beton mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan, dapat digunakan pada berbagai struktur teknik sipil serta mudah di rawat. Dalam pembuatan beton pun dapat dimanfaatkan bahan-bahan lokal oleh sebab itu beton sangat populer dipakai.
B.
SARAN
1. Perlu
di perhatikan ketika menggunakan beton sebagai bahan struktur, pekerjaan
penulangan beton harus di perhitungkan dengan matang, karena jika tidak
kualitas beton menurun.
2. Seorang
perencana struktur hendaklah selalu mangikuti perkembangan peraturan dan
pedoman – pedoman standar dalam perencanaan struktur, sehingga bangunan yang
dihasilkan nantinya selalu memenuh persyaratan yang terbaru yang ada ( up to
date ) seperti dalam hal peraturan perencanaan struktur tahan gempa, standar
perencanaan struktur beton, harga matrial terbaru dan sebagainya.
3. Pemilihan
metode pelaksanaan maupun penggunaan bahan dan peralatan berpedoman pada faktor
kamudahan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, pengalaman tenaga kerja
serta segi ekonomisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Mantap ... kunjungi juga blog saya ...
BalasHapusteknik-sipilblog.blogspot.co.id
Numpang ya min ^^
BalasHapusKamu lagi cari bonus? Acerdomino kebetulan lagi bagi bagi bonus nihhh :)
hanya dengan deposit Rp 12.000 aja loh dan masih banyak lagi bonus yang bisa kamu dapetin setiap harinya hanya di acerdomino . online
LINK >>> acerdomino . online