MAKALAH
“Struktur
Baja Sebagai Salah Satu Bahan Konstruksi di Teknik Sipil”
Dosen
Pengampu : Ir. Zainuddin,ST,MT
![]() |
Oleh
:
Nama : Zhailatur Risqiyah
Nim :
14.22201.1.167
Fakultas : Teknik Sipil
Semester : IV-A
UNIVERSITAS BOJONEGORO
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang“Struktur Baja Sebagai Salah Satu Bahan Konstruksi
di Teknik Sipil” ini dengan baik meskipun masih
banyak kekurangandidalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
bahan bahan struktur baja. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Bojonegoro, 15,april 2016
Penulis
Zhailatur Risqiyah
i
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
B.
Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Baja
B. Sifat
– Sifat Baja
C.
Jenis – Jenis Baja
D. Keuntungan
dan Kerugian Baja
E.
Perbedaan ASD dan LRFD
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Semakin berkembangnya
peradaban manusia, semakin beragam pula kebutuhanmanusia.Ini dapat dilihat dari
aspek teknik sipil. Pada jaman dahulu orang membuat jalan hanya dengan
menyusun batu-batuan atau kerikil-kerikil, tapi kini semuanya telah
berubah,manusia berusaha membuat jalan sebagai sarana transportasi dengan
kualitas yang baik menggunakan teknologi rekayasa guna memenuhi
kebutuhannya.Pembangunan dalam setiap bidang yang berhubungan dalam teknik
sipil dimulai dari bangunan gedung, jembatan, jalan dan bangunan
lainnya tidak akan terpisahkan dari bahan yang berasal dari dalam
perut bumi. Mulai dari batuan, batu bara, minyak bumi sampai berbagai
macam mineral yang langsung digunakan maupun yang diolah terlebih
dahulu. Untuk itu dalam kesempatan ini, akan dibahas tentang baja. Masalah
ini diangkat karena ingin mengetahui jenis-jenis baja, proses pembuatan
baja serta syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh baja sebagai bahan
pembuatan baja .Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas, timbulah
suatu permasalahan dalam diri kami dan menjadi suatu dorongan
bagi kami untuk melaksanakan suatu analisa tentang jenis-jenis
baja, proses pembuatan baja serta syarat apa saja yang harus
dipenuhi oleh baja.
B.
TUJUAN
1. Untuk
mengenal apa itu baja.
2. Agar
bisa membedakan baja yang baik.
3. Mengetahui
kekurangan dan kelebihan baja dalam konstruksi bangunan.
4. Mengetahui
agar bisa membedakan perhitungan ASD dan LRFD.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
BAJA
Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai
unsur dasar dengan karbon sebagai unsur paduan
utamanya. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1%
berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras
dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi
kristal (crystal lattice)
atom besi.
Unsur paduan lain
yang biasa ditambahkan selain karbon adalah (titanium),
krom (chromium), nikel, vanadium, cobalt dan
tungsten (wolfram).
Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness)
dan kekuatan tariknya(tensile strength),
namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle)
serta menurunkan keuletannya (ductility).
Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah
senyawa besi yang mengandung setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses
korosi (pengkaratan logam). Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya
lapisan film oksidakromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses
oksidasi besi (Ferum). Stainless Steel sering digunakan dalam perlengkapan Stainless Steel untuk industri
makanan.
Beberapa
sifat - sifat baja secara umum adalah :
v
Keteguhan (solidity)
Mempunyai
ketahanan terhadap tarikan, tekanan atau lentur
v
Elastisitas (elasticity)
Kemampuan
/ kesanggupan untuk dalam batas –batas pembebanan tertentu, sesudahnya
pembebanan ditiadakan kembali kepada bentuk semula.
v
Kekenyalan / keliatan (tenacity)
Kemampuan/kesanggupan
untuk dapat menerima perubahan perubahan bentuk yang besar tanpa menderita
kerugian-kerugian berupa cacat atau kerusakan yang terlihat dari luar dan dalam
untuk jangka waktu pendek
v
Kemungkinan ditempa (maleability)
Sifat
dalam keadaan merah pijar menjadi lembek dan plastis sehingga dapat dirubah
bentuknya
v
Kemungkinan dilas (weklability)
Sifat
dalam keadaan panas dapat digabungkan satu sama lain dengan memakai atau tidak
memakai bahan tambahan, tampa merugikan sifat-sifat keteguhannya
v
Kekerasan (hardness)
Kekuatan
melawan terhadap masuknya benda lain.
C. JENIS- JENIS BAJA
Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :
1. Baja karbon (Carbon steel)
Baja
karbon terdiri atas :
a. Baja karbon rendah (low carbon steel) Machine,
machinery dan mild steel (0,05 % – 0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin Penggunaannya:
b. 0,05 % –
0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.
c. 0,20 % –
0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings.
d. Baja karbon menengah (medium carbon steel )
o Kekuatan lebih tinggi daripada baja
karbon rendah.
o
Sifatnya
sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.
Penggunaan:
a.
0,30 % – 0,40 % C : connecting
rods, crank pins, axles.
- 0,40 % – 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers.
- 0,50 % – 0,60 % C : hammers dan sledges.
- Baja karbon tinggi (high carbon steel) tool steel.
Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong.
Kandungan 0,60 % – 1,50 % C
2.
Baja Paduan (Alloy steel)
Tujuan
dilakukan penambahan unsur yaitu:
a.
Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan,
kekuatan tarik dan sebagainya)
- Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
- Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)
- Untuk membuat sifat-sifat spesial
Baja
paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:
a.
Low alloy steel, jika elemen paduannya ≤ 2,5 %
- Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 – 10 %
- High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %
Baja
paduan juga dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special
alloy steel) &high speed steel.
- Baja Paduan Khusus (special alloy steel)
Baja jenis ini mengandung satu atau
lebih logam-logam seperti nikel, chromium, manganese, molybdenum, tungsten dan
vanadium. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan
tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih
keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon steel).
- High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel
Kandungan karbon : 0,70 % – 1,50 %. Penggunaan
membuat alat-alat potong seperti drills, reamers, countersinks, lathe tool bits
dan milling cutters. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan
material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan
carbon steel. Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada
carbon steel
Selain
jenis-jenis baja di atas juga terdapat jenis – jenis baja lainnya antara lain :
Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus:
- Baja tahan garam (acid-resisting steel)
- Baja tahan panas (heat resistant steel)
- Baja tanpa sisik (non scaling steel)
- Electric steel
- Magnetic steel
- Non magnetic steel
- Baja tahan pakai (wear resisting steel)
- Baja tahan karat/korosi
Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut
kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu:
- Baja karbon konstruksi (carbon structural steel)
- Baja karbon perkakas (carbon tool steel)
- Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel)
- Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel)
- Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel)
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAJA SEBAGAI MATERIAL STRUKTUR
Kelebihan
Baja sebagai Material Struktur antara lain :
1)
Kekuatan Tinggi
Kekuatan
yang tinggi dari baja per satuan berat mempunyai konsekuensi bahwa beban mati
akan kecil. Hal ini sangat penting untuk jembatan bentang panjang, bangunan
tinggi, dan bangunan dengan kondisi tanah yang buruk.
2) Keseragaman
Sifat
baja tidak berubah banyak terhadap waktu, tidak seperti halnya pada struktur
beton bertulang.
3) Elastisitas
Baja
berperilaku mendekati asumsi perancang teknik dibandingkan dengan material lain
karena baja mengikuti hukum Hooke hingga mencapai tegangan yang cukup tinggi.
Momen inersia untuk penampang baja
dapat ditentukan dengan pasti dibandingkan dengan penampang beton bertulang.
dapat ditentukan dengan pasti dibandingkan dengan penampang beton bertulang.
4) Permanen
Portal
baja yang mendapat perawatan baik akan berumur sangat panjang, bahkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu baja tidak memerlukan perawatan
pengecatan sama sekali.
5) Daktilitas
Daktilitas
didefinisikan sebagai sifat material untuk menahan deformasi yang besar tanpa
keruntuhan terhadap beban tarik. Suatu elemen baja yang diuji terhadap tarik
akan mengalami pengurangan luas penampang dan akan terjadi perpanjangan sebelum
terjadi keruntuhan. Sebaliknya pada material keras dan getas (brittle) akan
hancur terhadap beban kejut. SNI 03-1729-2002 mendefinisikan daktilitas sebagai
kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis
bolak-balik berulang (siklis) di luar batas titik leleh pertama, sambil
mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya. Beban normal yang
bekerja pada suatu elemen struktur akan mengakibatkan konsentrasi tegangan yang
tinggi pada beberapa titik. Sifat daktil baja memungkinkan terjadinya leleh
lokal pada titik-titik tersebut sehingga dapat mencegah keruntuhan prematur.
Keuntungan lain dari material daktil adalah jika elemen struktur baja mendapat beban
cukup maka akan terjadi defleksi yang cukup jelas sehingga dapat digunakan
sebagai tanda keruntuhan.
6) Liat (Toughness)
Baja
strukur merupakan material yang liat artinya memiliki kekuatan dan daktilitas.
Suatu elemen baja masih dapat terus memikul beban dengan deformasi yang cukup
besar. Ini merupakan sifat material yang penting karena dengan sifat ini elemen
baja bisa menerima deformasi yang besar selama pabrikasi, pengangkutan, dan
pelaksanaan tanpa menimbulkan kehancuran. Dengan demikian pada baja struktur
dapat diberikan lenturan, diberikan beban kejut, geser, dan dilubangi tanpa
memperlihatkan kerusakan. Kemampuan material untuk menyerap energi dalam jumlah
yang cukup besar disebut toughness.
7) Tambahan pada Struktur yang Telah Ada
Struktur
baja sangat sesuai untuk penambahan struktur. Baik sebagian bentang baru maupun
seluruh sayap dapat ditambahkan pada portal yang telah ada, bahkan jembatan
baja seringkali diperlebar.
8) Lain-lain
Kelebihan lain dari materia baja
struktur adalah:
a. Kemudahan
penyambungan baik dengan baut, paku keling maupun las,
b.
Cpat dalam pemasangan,
c.
Dapat dibentuk menjadi
profil yang diinginkan,
d.
Kemungkinan untuk
penggunaan kembali setelah pembongkaran,
e.
Masih bernilai meskipun
tidak digunakan kembali sebagai elemen struktur.
f.
Adaptif terhadap
prefabrikasi
Kelemahan Baja sebagai Material Struktur
Secara umum baja mempunyai kekurangan seperti dijelaskan pada paragraf dibawah ini.
Secara umum baja mempunyai kekurangan seperti dijelaskan pada paragraf dibawah ini.
1.
Biaya Pemeliharaan
Umumnya material baja sangat rentan terhadap korosi jika dibiarkan terjadi kontak dengan udara dan air sehingga perlu dicat secara periodik.
Umumnya material baja sangat rentan terhadap korosi jika dibiarkan terjadi kontak dengan udara dan air sehingga perlu dicat secara periodik.
2.
Biaya Perlindungan Terhadap Kebakaran
Meskipun baja tidak mudah terbakar tetapi kekuatannya menurun drastis jika terjadi kebakaran. Selain itu baja juga merupakan konduktor panas yang baik sehingga dapat menjadi pemicu kebakaran pada komponen lain. Akibatnya, portal dengan kemungkinan kebakaran tinggi perlu diberi pelindung. Ketahanan material baja terhadap api dipersyaratkan dalam Pasal 14 SNI 03-1729-2002.
Meskipun baja tidak mudah terbakar tetapi kekuatannya menurun drastis jika terjadi kebakaran. Selain itu baja juga merupakan konduktor panas yang baik sehingga dapat menjadi pemicu kebakaran pada komponen lain. Akibatnya, portal dengan kemungkinan kebakaran tinggi perlu diberi pelindung. Ketahanan material baja terhadap api dipersyaratkan dalam Pasal 14 SNI 03-1729-2002.
3.
Rentan Terhadap Buckling
Semakin langsung suatu elemen tekan, semakin besar pula bahaya terhadap buckling (tekuk). Sebagaimana telah disebutkan bahwa baja mempunyai kekuatan yang tinggi per satuan berat dan jika digunakan sebagai kolom seringkali tidak ekonomis karena banyak material yang perlu digunakan untuk memperkuat kolom terhadap buckling.
Semakin langsung suatu elemen tekan, semakin besar pula bahaya terhadap buckling (tekuk). Sebagaimana telah disebutkan bahwa baja mempunyai kekuatan yang tinggi per satuan berat dan jika digunakan sebagai kolom seringkali tidak ekonomis karena banyak material yang perlu digunakan untuk memperkuat kolom terhadap buckling.
4.
Fatik
Kekuatan baja akan menurun jika mendapat beban siklis. Dalam perancangan perlu dilakukan pengurangan kekuatan jika pada elemen struktur akan terjadi beban siklis.
Kekuatan baja akan menurun jika mendapat beban siklis. Dalam perancangan perlu dilakukan pengurangan kekuatan jika pada elemen struktur akan terjadi beban siklis.
5.
Keruntuhan Getas
Pada kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan getas dapat terjadi pada tempat dengan konsentrasi tegangan tinggi. Jenis beban fatik dan temperatur yang sangat rendah akan memperbesar kemungkinan keruntuhan getas (ini yang terjadi pada kapal Titanic).
Pada kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan getas dapat terjadi pada tempat dengan konsentrasi tegangan tinggi. Jenis beban fatik dan temperatur yang sangat rendah akan memperbesar kemungkinan keruntuhan getas (ini yang terjadi pada kapal Titanic).
E.
PERBEDAAN ASD DAN LRFD
Di dalam
perencanaan struktur bangunan baja, terdapat tiga metode perencanaan yang
berkembang secara bertahap di dalam sejarahnya (Bowles, 1979), yaitu :
Di dalam metode ini, elemen struktur
pada bangunan (pelat/balok/kolom/pondasi) harus direncanakan sedemikian rupa
sehingga tegangan yang timbul akibat beban kerja/layan tidak melampaui tegangan
ijin yang telah ditetapkan.
σmaks
≤ σijin
.........................................
Persamaan 1
Tegangan ijin ini ditentukan oleh
peraturan bangunan atau spesifikasi (seperti American Institute of Steel
Construction (AISC) Spesification 1978) untuk mendapatkan faktor keamanan
terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau
tegangan tekuk (buckling). Tegangan yang dihitung akibat beban
kerja/layan harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan
regangan seperti ditunjukkan pada grafik berwarna hijau pada kurva
tegangan-regangan baja di bawah.
Gambar 1. Kurva tegangan-regangan baja
Pada
kondisi beban kerja, tegangan yang terjadi dihitung dengan menganggap struktur
bersifat elastis, dengan memenuhi syarat keamanan (kekuatan yang memadai) untuk
struktur. Pada dasarnya, tegangan ijin pada baja sesuai kualitasnya yang
diberikan dalam spesifikasi AISC ditentukan berdasarkan kekuatan yang bisa
dicapai bila struktur dibebani lebih dari semestinya (faktor beban tambahan
jagaan). Bila penampang bersifat daktail dan tekuk (buckling) tidak
terjadi, regangan yang lebih besar daripada regangan saat leleh dapat diterima
oleh penampang tersebut.
Pada
metode tegangan kerja (ASD) ini, tegangan ijin disesuaikan ke atas bila
kekuatan plastis merupakan keadaan batas yang sesungguhnya. Jika keadaan batas
yang sesungguhnya adalah ketidak-stabilan tekuk (buckling) atau kelakuan
lain yang mencegah pencapaian regangan leleh awal, maka tegangan ijin harus diturunkan.
Syarat-syarat daya layan lainnya seperti lendutan biasanya diperiksa pada
kondisi beban kerja.
Pendekatan
umum berdasarkan faktor daya tahan dan beban, atau disebut dengan Load
Resistance Design Factor (LRFD) ini adalah hasil penelitian dari Advisory
Task Force yang dipimpin oleh T. V. Galambos. Pada metode ini
diperhitungkan mengenai kekuatan nominal Mn penampang
struktur yang dikalikan oleh faktor pengurangan kapasitas (under-capacity)
ϕ, yaitu bilangan yang lebih kecil dar 1,0 untuk memperhitungkan
ketidak-pastian dalam besarnya daya tahan (resistance uncertainties).
Selain itu diperhitungkan juga faktor gaya dalam ultimit Mu
dengan kelebihan beban (overload) γ (bilangan yang lebih besar dari 1,0)
untuk menghitung ketidak-pastian dalam analisa struktur dalam menahan beban
mati (dead load), beban hidup (live load), angin (wind),
dan gempa (earthquake).
Mu ≤ Ø.Mn ..............................................
Persamaan 2
Struktur
dan batang struktural harus selalu direncanakan memikul beban yag lebih besar
daripada yang diperkirakan dalam pemakaian normal. Kapasitas cadangan ini
disediakan terutama untuk memperhitungkan kemungkinan beban yang berlebihan.
Selain itu, kapasitas cadangan juga ditujukan untuk memperhitungkan kemungkinan
pengurangan kekuatan penampang struktur. Penyimpangan pada dimensi penampang
walaupun masih dalam batas toleransi bisa mengurangi kekuatan. Terkadang
penampang baja mempunyai kekuatan leleh sedikit di bawah harga minimum yang
ditetapkan, sehingga juga mengurangi kekuatan.
Kelebihan beban dapat diakibatkan oleh
perubahan pemakaian dari yang direncanakan untuk struktur, penaksiran pengaruh
beban yang terlalu rendah dengan pnyederhanaan perhitungan yang berlebihan, dan
variasi dalam prosedur pemasangan. Biasanya perubahan pemakaian yang drastis
tidak ditinjau secara eksplisit atau tidak dicakup oleh faktor keamanan, namun
prosedur pemasangan yang diketahui menimbulkan kondisi tegangan tertentu harus diperhitungkan
secara eksplisit.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai
unsur dasar dengan karbon sebagai unsur paduan
utamanya. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1%
berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras
dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi
kristal (crystal lattice)
atom besi.
Baja pada dasarnya adalah besi (Fe) dengan
tambahan unsur karbon (C) sampai dengan 1,67 % (maksimal). Jenis-jenis baja
dibagi menjadi beberapa macam, yaitu baja karbon, baja paduan dan baja tahan
karat (Stainless Steel). Proses pembuatan baja terbagi menjadi tiga,
yaitu : proses konvertor, proses terbuka (Open Hearth Furnace) dan
proses dapur listrik (Electric Arc Furnace).
B.
SARAN
a. Pemilihan
metode pelaksanaan maupun penggunaan bahan dan peralatan berpedoman pada faktor
kamudahan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, pengalaman tenaga kerja
serta segi ekonomisnya.
b. Maraknya
supplier atau produksi atap baja ringan nampaknya merupakan evolusi atau
perubahan seiring berkembangnya teknologi pada saat ini dimana manusia berfikir
untuk melakukan perubahan serta perkembangan untuk kemajuan teknologi tersebut
dengan berbagai hal pertimbangan termasuk dampak lingkungan, efisiensi serta keuntungan
yang diperoleh didalamnya.
c. Perlu
di perhatikan ketika menggunakan baja sebagai bahan struktur, pekerjaan baja
harus di perhitungkan dengan matang, karena jika tidak kualitas baja menurun.
DAFTAR
PUSTAKA


MAKASIHH GAES
BalasHapusNumpang ya min ^^
BalasHapusKamu lagi cari bonus? Acerdomino kebetulan lagi bagi bagi bonus nihhh :)
hanya dengan deposit Rp 12.000 aja loh dan masih banyak lagi bonus yang bisa kamu dapetin setiap harinya hanya di acerdomino . online
LINK >>> acerdomino . online
Assalamualaikum,
BalasHapusKABAR GEMBIRA TELAH HADIR PERUMAHAN ISLAMI DI DEKAT KOTA HARAPAN INDAH BEKASI
RUMAH SYARI'AH ISLAMI TANPA BANK DI BABELAN DEKAT KOTA HARAPAN INDAH !
*"BABELAN SAKINAH RESIDENCE "* "
The Shariah Nature of Living
DAPATKAN PENAWARAN MENARIK UNTUK KREDIT DG MUDAH DAN DP TERJANGKAU mulai dari 30 jt dg kredit mulai dari 5 th -15 th
Hub: 0896 4479 8497
*BUY HOME WITHOUT RIBA*
Https://propertiakusyariah.blogspot.com